-->

Manusia dan Keserakahannya

manusia dan keserakahannya

INDEK-NEWS.COM - Manusia dan Keserakahannya - Dalam ajaran agama islam yang bersumberkan Al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kesempurnaan itu menjadikan mereka mempunyai berbagai kompetensi dan kemampuan yang dapat menunjang keberlangsungan hidupnya sesuai dengan keinginan mereka.

Ada sifat-sifat manusia yang memberikan manfaat untuk sesama dan sebaliknya juga ada kelakuan mereka yang senantiasa memberikan kesenangan untuk pribadinya tapi madharat bagi yang lain. Itulah yang dinamakan dengan “Serakah”, serakah dalam bentuk fisik ataupun psikis.

Keserakahan sebagai bentuk fisik atau perilaku yang membuat mereka tidak measa cukup atas apa yang didapatkan dan menjadi bagiannya. Kemudian keserakahan dalam bentuk psikis seperti logika berfikir yang memaksakan kehendak sendiri tanpa mempertimbangkan argumentasi orang lain karena mereka menganggap bahwa gagasan dirinya yang paling baik dan bagus.

Sifat serakah ini tidak akan pernah hilang sampai ajal menjemputnya dan ditempatkan didalam tempat kembali yang sebenarnya. Jika sifat ini tidak dibentengi dengan keimanan yang kuat dan teguh sepanjang hidup manusia akan dikuasai oleh hawa nafsu yang pada akhirnya akan melahirkan nilai-nilai semu yang dapat merugikan dirinya bahkan orang lain.

Keserakahan yang dilakukan manusia selalu berapologi untuk kebahagiaan, hartalah yang merka jadikan utama bahkan menuhankan harta untuk sebuah kebahagiaan, pola fikir yang dibangun jelas meunjukan bahwa banyak harta akan bahagia dan sedikit harta akan sengsara. Memang kaya adalah suatu pencapaian tertinggi yang sangat diinginkan dan diimpikan oleh setiap manusia tapi jika kekayaan itu malah menjerumuskan apalah arti dari semuanya.

Tidak ada jaminan bagi mereka-mereka yang berilmu, orang terpandang, orang dihormati jauh dari sifat ini, bahkan dalam kehidupan ternyata orang-orang yang seperti itulah yang memanfaatkan kapintarannya, ilmunya, kedudukannya untuk memberikan pengaruh-pengaruh negative kepada yang lain agar mengikuti apa yang mereka inginkan, padahal akhir-akhirnya mereka yang dipengaruhi untuk menjalankan planning keserakahannya dalam mendapatkan suatu hal.

Bahkan para ulama menganalogikan sikap manusia identik dengan unggas. Dalam diri manusia berisikan empat unggas “Ayam mewakili hawa nafsu, bebek mewakili sifat rakus, merak mewakili sikap angkuh, dan gagak mewakili keinginan”. Dari keempat analogi ini yang paling dominan ialah bebek. Tak pelak, keserakahan itulah yang mendominasi sepanjang nafas kehidupan tiap manusia. Naudzubillahimindzaalik