-->

Manusia dengan Segala Pengertiannya

manusia

INDEK-NEWS.COM - Manusia dengan Segala Pengertiannya - Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan bumi ini dengan segala isinya untuk dimanfaatkan manusia dalam pengabdiannya sebagai seorang hamba dan hendak dipergunakan untuk semata-mata beribadah kepada-Nya, tapi kalian tahukah pengertian tentang manusia ? mari simak penjelasannya..!!

Manusia merupakan puncak dari sebuah penciptaan, manusia adalah mahluk yang paling tinggi dan juga wakil Tuhan di muka bumi. Suatu hal yang menjadikan manusia sebagai manusia tidak hanya sekedar sifat-sifatnya, ada manusia  yang bijak dengan segala karakter yang dimilikinya ada pula manusia dengan segala keserakahannya.

Segala hal yang senantiasa ada padanya adalah sebuah keseluruhan dari berbagai macam sifat-sifat dan kegiatan-kegiatan yang khusus dimiliki manusia ialah sebuah Fitrah. Fitrah menjadikan manusia mempunyai keinginan suci serta secara kudratillah lebih cenderung kepada kebenaran (Hanif).

Hati nurani merupakan pancaran keinginan pada hal kebaikan, kesucian serta kebenaran. Maka orientasi dari  kehidupan manusia ialah kebenaran yang sifatnya mutlak atau kebenaran yang terakhir, kebenaran yang terakhir itu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Fitrah adalah bentuk secara menyeluruh dari dan tentang diri seorang manusia yang secara asasi dan prinsipil menjadi pembeda dari mahluk lainnya. 

Seorang manusia sejati (insan kamil) adalah mereka yang segala perilaku fisik dan psikisnya merupakan suatu keseluruhan yang utuh. kinerja fisik serta kinerja Psikis bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan menurutnya tidak mengetahui dan mengenal perbedaan antara kerja dan kesenangan. Kerja bagi dirinya adalah kesenggangan, dan kesenangan berada dalam serta melalui kinerja. Mereka mempunyai kepribadian, merdeka, memiliki karakter, mengekspresikan kemampuan dirinya dan mengembangkan kepribadian serta wataknya secara selaras. merekapun tidak mengenal perbedaan antara kehidupan individu dan kehidupan golongan, tidak membeda-bedakan antara individu dan sebagai anggota dikalangan masyarakat, hak dan kewajiban kemudian segala bentuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan dirinya juga merupakan nilai untuk sesama ummat manusia.

Baginya sama sekali tidak ada pemisah dua (dikotomi) antara kegiatan-kegiatan pisik dan psikis, individu dan masyarakat, agama dan politik maupun dunia dan akhirat. Seluruhnya dimanifestasikan dalam bentuk dari suatu kesatuan kinerja yang tunggal dari pancaran niatnya, yaitu mencari kebaikan, keindahan dan kebenaran.

Hidup fitrah ialah bekerja secara ikhlas yang memancarkan dari hati nurani yang hanif atau suci.